SMA PANGUDI LUHUR SANTO YOHANES
 
Nor Bulan Agustus telah tiba. Mengingatkan kepada kita, semangat juang para pembela bangsa dan tanah air yang tidak pernah padam oleh waktu dan zaman. Saat ini, semangat juang para pahlawan terdahulu dikenang dengan menyelenggarakan berbagai kompetisi dalam bulan Agustus.  Serangkaian acara pastilah sudah dipersiapkan secara matang untuk menyambut Hari Pramuka dan Hari Kemerdekaan kita yang bersamaan pada bulan ini. Tak terkecuali, daerah kami Kabupaten Ketapang  juga terselenggara kompetisi-kompetisi antar pelajar yang diselenggarakan pemerintah daerah beserta perangkat-perangkatnya. Kompetisi yang lebih terfokuskan pada seluruh sekolah di Kabupaten Ketapang ini, adalah kompetisi yang berdasar pada perayaan Hari Pramuka Nasional yang jatuh pada tanggal 14 Agustus. mulai dari Pasukan Pramuka Siaga sampai Pasukan Pramuka Penegak, diikutsertakan dalam kompetisi.

Panitia penyelenggara pada daerah kami di Kabupaten Ketapang adalah Kwartir Cabang Kabupaten Ketapang sendiri. Awal agustus, KwarCab mengirimkan surat kepada sekolah tercinta kami SMA PL St.Yohanes, mengundang kami untuk ikut serta dalam kompetisi-kompetisi yang mereka selenggarakan menjelang Hari Pramuka. Kompetisi itu antara lain perlombaan : pionering, paduan suara, LKBB, dan kreasi lampion. Dengan segera, kepala sekolah kami Br. I Wayan Parsa, FIC menghubungi guru-guru pembimbing berdasarkan bidang-bidang yang di lombakan. Beliau segera memberikan amanat kepada guru-guru pembimbing untuk membimbing kami agar dapat bersaing dalam kompetisi se-kabupaten ini sehingga dapat mengharumkan nama sekolah.

Minggu ke dua bulan Agustus, semua tim sudah mulai terbentuk dan mulai berlatih dengan keras untuk dapat menunjukkan yang terbaik. Khusus untuk persiapan grup paduan suara, guru seni suara Bapak Amirudin terjun langsung untuk membimbing peserta. Peserta paduan suara sekitar 20 orang termasuk Sofia yang ditunjuk sebagai dirigen dalam grup. Semua anggota paduan suara ini, merupakan orang-orang pilihan Bapak Amirudin yang beliau percayakan mampu dan dapat menerima bimbingannya dengan baik.

Dalam paduan suara dikenal beberapa suara yang berbeda. Seperti tenor, bass, sopran dan alto. Dengan keahlian Bapak Amirudin, beliau segera menginput suara tersebut kepada personil yang terpilih. Dengan sekejap saja, suara kami menjadi suara yang harmonis berkat Bapak Amirudin dan suara personil yang sudah terlatih untuk bernyanyi.

Personilnya antara lain : Piter Halim, Jemmy Hartanto, Ricky, Yumin, David Lee, dan Wendy dalam kelompok suara Tenor, Henny, Elfrida, Cindy, Hilda, Marselina Idoliana, dan Felisitas dalam kelompok suara Alto, sedangkan Pania, Vipensius, Barbara, Yulike,  Agung Setiawan, Arvin Andiputra dan Diko dalam kelompok suara satu atau Sopran, dan saya sendiri, Sofia Y. menjadi Dirigent dalam group. Kami berlatih pada jam efektif di sekolah, namun kami memanfaatkan waktu itu dengan berlatih secara serius. Tiga hari saja kami mempelajari dua aransemen lagu dengan cepat. Dan tiga hari selanjutnya merupakan jadwal pemantapan. Satu hari sebelum hari pertandingan, Pak Amir menunjukkan grup kami di depan para guru, di ruang guru SMA PL St.Yohanes Ketapang pada jam istirahat. Pak Amir menginginkan kritikan dari guru-guru agar kami bisa lebih baik nantinya.

Kritikan guru-guru, membuat kami lebih percaya diri. Pada tanggal 14 Agustus 2009, kami berkumpul di sekolah pukul 17.00WIB. Kami bersiap-siap  untuk  menampilkan yang terbaik malam itu. Kami memakai baju pramuka lengkap tanpa topi (barret). Ibu Deasy dan Ibu Among, membantu anggota putri untuk merapikan rambut dan memasang perlengkapan lainnya. Sedangkan Pak Amir beserta kakak-kakak Bantara lainnya membantu anggota putra. Setelah melakukan pemanasan suara di sekolah sekitar 15 menit, kami bersama-sama berangkat ke Kantor KwarCab yang merupakan tempat acaranya.  Sekitar pukul 19.30 acara dimulai. Kami mendapat undian 4 dari kelompok pramuka Penegak.

Dengan pemanasan yang agak berbeda, “Pemanasan batuk-batuk”, mungkin itulah sebutan yang cocok. Kami semua disuruh untuk terbatuk-batuk terlebih dahulu agar nantinya menghindarkan kami terbatuk-batuk di atas panggung. Memang agak unik dan lucu pemanasan yang kami lakukan kali ini.

Akhirnya, kami tampil di atas panggung. Supporter kami memberi dukungan dengan tepuk tangan di bawah panggung. Kami menampilkan yang terbaik malam itu, Ibu Among dan Pak Amir yang mendampingi kami malam itu merasa sangat puas dengan penampilan kami. Setelah itu, kami pulang ke rumah masing-masing dan bersiap menunggu pengumuman 5 besar yang masuk ke babak final.

Hari senin, tanggal 17 Agustus, seluruh siswa dan siswi SMA PL St.Yohanes melakukan upacara pengibaran bendera merah putih di lapangan sekolah. Setelah itu, grup kami dikumpulkan kembali dan Pak Amir memberitahukan kami bahwa kami lolos ke babak final. Dengan segera saya pun bersorak, “HORE!”. Tapi memang perjuangan belum berakhir. Kami harus berkumpul kembali sore ini dan mempersiapkan babak final malam ini di alun-alun kota ketapang yaitu di panggung Sepakat.

Kami mendapat undian 2 dalam babak final ini saat registrasi di tempat acara. Sekitar pukul 20.00, kami tampil di atas panggung dengan antusias dari para supporter. Tentu, kami masih menampilkan yang lebih baik dari kemarin. Setelah lagu Hymne Pramuka yang menjadi lagu wajib kami dan lagu Bangun Pemudi-Pemuda yang menjadi lagu pilihan telah kami nyanyikan, kami kembali pulang beristirahat ke rumah masing-masing. Berharap, besok akan mendapatkan kabar baik dari penampilan kami malam ini.

Keesokan harinya, Bapak Amirudin memberitahukan kepada kami bahwa dewan juri memutuskan kamilah yang berada di posisi pertama. Semuanya senang bukan main, dan saling memberikan ucapan selamat. “Terimakasih ya Tuhan, doa kami yang kami panjatkan sebelum tampil di panggung Engkau kabulkan sehingga kami dapat tampil dengan maksimal” begitulah ucapan syukurku. Kami juga bangga dapat membawa nama sekolah hingga dapat terangkat di depan mata masyarakat. Ini juga wujud dari semangat pemudi dan pemuda yang selalu berkreatifitas, berjuang tanpa lelah, berani dan berkualitas. Kamilah anak Pangudi Luhur, kamilah anak Yohanes, dan kamilah anak Indonesia. [Sofia Yang]

 
 
Dalam memperingati HUT Pramuka ke-48, Kabupaten Ketapang yang dimotori oleh Kwarcab Ketapang melakukan beberapa kegiatan, antara lain perlombaan. Gugus depan Sriwijaya-Srikandi ikut berpastisipasi di dalam perlombaan tersebut. Hasil yang dicapai pun cukup memuaskan. SMA PL St. Yohanes mendapatkan apresiasi yang baik dari masyarakat karena mampu mendapatkan 6 kejuaraan dalam perlombaan itu. Kejuaraan yang diraih adalah Lomba Pionering, tim putri mendapat juara III; LKBB, tim putra mendapat juara III, tim putri mendapatkan juara I; Lomba Paduan Suara mendapat juara I; Lomba Karya Ilmiah mendapat juara II; Lomba Senam Pramuka, tim putra mendapat juara I,
                                                                                               

 Br. Petrus I Wayan, FIC, selaku Kamabigus Gudep Sriwijaya-Srikandi memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap anggota pramuka yang telah mewakili sekolah dalam perlombaan tersebut. Beliau setia mendampingi dan menjadi suporter anggota pramuka. Sama juga halnya dengan kakak-kakak pembina dan pembina damping dengan penuh antusias menemani dan memberikan suport. Tidak kalah hebohnya temen-teman dengan setia selalu memberi dukungan dengan yel-yel dan tepuk tangan.

 

“Kami bersyukur karena sudah mencapai prestasi yang membanggakan ini , tetapi kami belum puas sampai di sini, kami akan berusaha untuk lebih baik lagi. Karena kami tahu kalau kami bisa lebih baik lagi”, kata Kelvin Tryanto, salah satu penegak ambalan Gudep Sriwijaya-Srikandi.“Kami sudah berlatih dengan serius dan kami berhasil sejauh ini dengan membawa pulang juara 1“, kata Susanto Ario, sebagai salah satu personil dari Lomba Senam Pramuka. Dengan sorak gembira mereka bangga dengan prestasinya. Profisiat Gugus Depan Sriwijaya-Srikandi. [ben]

 
 

Ini adalah perjalanan siswa SMA Pangudi Luhur Santo Yohanes Ketapang. Nama mereka adalah Sofia Yang dan Alexander Novan. Mereka akan menceritakan sedikit pengalaman mereka kepada kita saat mereka berjuang menjadi bintang mewakili Kabupaten Ketapang serta nama sekolah.

Tanggal 14 Maret 2009, mereka berangkat ke kota Pontianak yang merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum ke sana untuk mengikuti lomba Pop Singer Se-Kalbar dan Bintang Pelajar 2009, mereka disiapkan oleh pembina mereka secara mental maupun pembekalan teknik bernyanyi oleh Bapak Amirudin. Tanggal 15 Maret 2009, mereka mulai masuk karantina yang kegiatannya dilaksanakan di Museum Negeri KalBar. Serangkaian kegiatan seperti koreografi, etika bicara, kelas acting, uji wawasan dan kelas vokal mereka jalani dengan baik. Mereka sangat senang bisa membawa nama Kabupaten dan nama sekolah sampai ke ibu kota provinsi setelah Sofia mendapat juara 2 dan alex mendapat juara 3 dalam lomba penyaringan untuk mewakili Kabupaten Ketapang.

Selama 1 minggu di Pontianak, mereka medapat banyak pelajaran. Selama mengikuti karantina dan menginap di Wisma Korpri, berasal dari berbagai Kabupaten dan budaya berbeda. Mereka merasakan bagaimana harus berjuang dalam kompetisi yang ketat. Di mana mereka harus mandiri, mengatur emosi dan menjauhi sikap buruk selama ini agar dapat diterima orang banyak serta di mana mereka tidak boleh malu dalam berkembang.

Singkat kata, 22 Maret semua peserta siap untuk kompetisi terakhir yaitu menampilkan vokal yang baik dan aksi panggung yang terbaik agar dapat merebut piala Best of The Best atau 7 Kategori lainnya yaitu: Bintang Pelajar Berwawasan, Bintang Pelajar Berkepribadian, Bintang Pelajar Kostum Terbaik, Bintang Pelajar Persahabatan, Bintang Pelajar Berbakat, Bintang Pelajar Koreo Terbaik dan Bintang Pelajar Terfavorit. Dalam kompetisi vokal, Sofia membawakan lagu Ratu Sejagat dan Alex membawakan lagu dari Tompi Menghujam Jantungku.

Puji Tuhan! Walaupun tidak mendapat Bintang Pelajar Best of the Best, tapi Sofia mendapat kategori Bintang Pelajar Persahabatan dan Alex Bintang Pelajar Berkepribadian. Mereka sangat berterima kasih atas dukungan semua yang terlibat. “We Love You SMA PL St Yohanes! Show up your best performance” sahutnya. [Sof]

 
 

  Pada hari Senin, 12 Januari 2009 sampai hari Selasa 13, Januari 2009 18 Perguruan Tinggi yang ada di berbagai daerah antara lain :

v     Unika Sugiyopranoto – Semarang

v     Univ Sadhar – Yogyakarta

v     Ukrida – Jakarta

v     UKSW – Salatiga

v     UKDW – Yogyakarta

v     Unika Atmajaya – Yogyakarta

v     Polteq Tonggak Equator – Pontianak

v     Stikes Elisabeth – Semarang

Dan masih banyak lagi perguruan tinggi lainnya yang ikut menyemarakkan akan Expo Perti  di SMA Pangudi Luhur Santo Yohanes. Expo yang dilakukan di SMA Pangudi Luhur Santo Yohanes ini adalah kegiatan expo perguruan tinggi satu-satunya yang ada di kabupaten Ketapang dan ini adalah untuk yang kedua kalinya diadakan di SMA PL Yohanes Ketapang dan Bapak Ekwino Kaliman, S.Pd sebagai ketua Panitianya.

Drs.Br. Petrus I Wayan Parsa FIC,  M. A. selaku Kepala Sekolah SMA Pangudi Luhur Santo Yohanes membuka sambutan yang dilanjutkan dengan sambutan Bapak Kepala dinas pendidikan Kabupaten Ketapang ,kemudian Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kab. Ketapang  memukul  gong sebagai tanda resminya EXPO dibuka dan kemudian dilanjutkan dengan tarian pembuka “tari Dayak” oleh para siswi SMA Pl St. Yohanes.

Expo Perguruan Tinggi ini ditujukan bagi para siswa – siswi yang sudah kelas XII agar bisa mempunyai pandangan dalam   melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus pergi jauh ke kota besar   untuk lebih mengenal perguruan tinggi yang berkualitas.

Dalam expo perguruan tinggi ini, setiap perguruan tinggi mengenalkan apa yang ada di dalam perguruan tinggi tersebut, jurusan apa yang ada, fasilitas, serta biaya per mata kuliah yang ingin kita ambil. Selain kemudahan pengenalan perguruan tinggi dari berbagai daerah, perguruan tinggi juga memberikan kemudahan yang spesial, yaitu tes di tempat, yaitu di SMA Pangudi Luhur Santo Yohanes dan dengan biaya yang terjangkau. Tentunya, banyak keuntungan yang bisa didapat dengan tes di tempat daripada kita harus jauh-jauh untuk mengikuti tes di Universitas atau Sekolah Tinggi  tersebut.
  Dengan adanya kemudahan - kemudahan tersebut, para siswa dan siswi sangat antusias untuk bertanya-tanya tentang perguruan tinggi khususnya kelas XII yang akan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Antusiasme juga  tampak terlihat  dari para siswa yang bukan saja dari SMA PL Santo Yohanes, tapi juga para siswa dari SMA negeri & swasta di Ketapang yang ikut menghadiri EXPO, hal ini terlihat dengan banyaknya siswa yang mendaftar mengikuti ujian masuk pada masing – masing perguruan tinggi tersebut.

Sekali lagi “ Proficiat” untuk SMA Pl St Yohanes atas keberhasilan EXPO Perguruan Tinggi tersebut semoga tahun depan lebih banyak lagi PerTi yang mendaftar .


 
 

Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda , Dinas Pendidikan kabupaten Ketapang menyelenggarakan “Festival Seni & Budaya Daerah TK Pelajar Kabupaten Ketapang” yang mana pelaksanaannya pada tanggal 9-10 Nopember 2008 bertempat di Gedung Pancasila.

Festival ini diikuti oleh para siswa-siswi tingkat SMP dan SMA se kabupaten Ketapang. Dan dibuka langsung oleh Bupati Ketapang Bapak H. Morkes Effendi. Pada festival kali ini menampilkan budaya Melayu dan Dayak, yakni seni tari, musik dan vocal group Melayu dan Dayak. SMA PL Yohanes mengirimkan duta untuk semua perlombaan dibawah bimbingan para pelatih yang kesemuanya adalah guru SMA PL Yohanes yang penuh bakat  yakni ibu Deasy Maria A, S.Psi  (pelatih tari Dayak), ibu Galeh Eka Suciati, S.Pd (pelatih tari Melayu), ibu Dra. Hera Prihatmawati (pelatih vocal group), dan bapak Amirudin (pelatih musik).

Dari perlombaan di festival seni & budaya tersebut SMA PL St. Yohanes mendapat peringkat JUARA UMUM dengan memborong kejuaran  sebagai berikut : Juara I tari Melayu, juara I tari Dayak, juara I musik Melayu, juara I musik Dayak, juara II vocal group Melayu dan juara II vocal group Dayak .

Selamat kepada para siswa siswi yang telah mengikuti ajang tersebut semoga prestasi ini semakin memacu semangat para kaum muda jaman modern ini  untuk lebih mencintai budaya tanah air kita tercinta terutama budaya daerahnya sendiri.(C1NT4)

 
 

Kemeriahan Hari Sumpah Pemuda

Selasa(28/10) – SMA Pangudi Luhur Santo Yohanes Ketapang mengadakan acara untuk memperingati hari Sumpah Pemuda. Acara ini dipelopori oleh Pengurus OSIS yang dipimpin oleh seorang ketua panitia yaitu Kristini. Acara ini dipersiapkan dengan usaha yang sangat keras sehingga diharapkan acara peringatan Sumpah Pemuda ini dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan atau kekurangan sesuatu apapun.

Persiapan ini dimulai dengan pendirian panggung di halaman sekolah yang menghadap arah Timur. Menyusun panggung bukanlah hal yang mudah, karena pengangkatan kaki-kaki panggung saja membutuhkan tenaga yang cukup banyak. Panggung itu dipersiapkan 2 hari sebelum acara dimulai. Jika bukan karena ketekunan, kerja sama, dan kekompakan para pengurus, acara ini mungkin tidak akan berhasil diadakan. Maka kita perlu memberikan applause kepada mereka yang telah berusaha agar acara peringatan Sumpah Pemuda ini dapat berhasil.

Setelah 1 hari yang cukup melelahkan, panggung pun telah siap digunakan, tetapi ada satu pekerjaan lagi yang belum dikerjakan, yaitu pengangkatan alat seperti mikrofon, sound system serta alat musik yang akan dimainkan di panggung tersebut. Pada hari itu juga pengurus OSIS kembali bekerja untuk mengangkat semuanya.

Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, panitia mengadakan lomba seperti Lomba tata tertib upacara, lomba Mading, lomba membaca puisi, lomba pidato Bahasa Inggris, dan lomba fashion Show. Terkadang mendengarkan puisi adalah hal yang sangat membosankan, tetapi dalam perlombaan ini, peserta yang ikut sungguh sangat menghayati puisi yang mereka bacakan sehingga penonton tidak merasa bosan untuk setiap puisi yang mereka bacakan. Persaingan dalam lomba pidato Bahasa Inggris pun tidak kalah seru dengan lomba membaca puisi.Tetapi acara puncak yang paling ditunggu-tunggu adalah acara fashion show, model yang ditampilkan dari setiap kelas yang ikut tidak membuat bosan para penonton untuk melihat wajah mereka yang sudah dirias dengan menarik. Lenggak lenggok tubuh para model yang tampil mampu membuat beberapa siswa dan siswi SMA Pangudi Luhur tercengang. Ekspresi mereka dapat menunjukan bahwa mereka sangat terkagum-kagum melihat teman mereka sendiri seperti ratu dan pangeran yang berjalan di atas panggung.

Akhirnya dalam perlombaan itu didapatkan 3 pemenang lomba dari masing-masing perlombaan

Acara itu selesai pada pukul 13.00,saat itu cuaca cukup panas dan cukup untuk membakar kulit sampai hitam. Para pengurus segera mengemasi barang-barang yang telah dipakai untuk dikembalikan ke tempatnya yang semula. Pekerjaan yang melelahkan pun  dimulai lagi pada saat itu. Tetapi para pengurus tetap berjiwa teguh seperti tembok raksasa yang ada di Cina. Semuanya kelihatan bersemangat pada saat itu sehingga semua pekerjaan beres pada hari itu juga. [Kalvin Triyanto-XD]

 
 

Pada saat tahun ajaran baru, pembina ekstrakurikuler PMR memilih anggota baru untuk menggantikan anggota PMR yang lama. Ketua PMR adalah Kurniawati. Ia beserta para jajarannya mengadakan seleksi bagi calon-calon anggota yang ingin masuk pada ekstrakurikuler PMR ini. Anggota yang dipilih adalah siswa dan siswi dari kelas X. Seleksi ini bertujuan agar anggota yang masuk adalah anggota yang tidak sembarangan.

Setelah terpilihnya anggota, maka kegiatan rutin yang dilakukan setelah selesai seleksi adalah pelantikan. Mungkin siswa dan siswi langsung tidak bersabar lagi untuk dilantik.

Tanggal 23 – 24 Agustus 2008, Pembina ekstrakurikuler mengadakan pelantikan PMR. Semua anggota menyiapkan peralatan yang diperlukan seperti baju, dan peralatan mandi.

Acara pada hari itu dibuka dengan upacara pembukaan pada pukul 16.00. Setelah upacara pembukaan, mereka melanjutkan acara yaitu membereskan barang bawaan masing – masing lalu istirahat. Mereka mengadakan permainan pada pukul 18.00 dan pada saat permainan yang diadakan saat itu, salah satu anggota yang brtnama Wanda membuat suasana hening malam menjadi ramai. Acara yang mereka lakukan cukup melelahkan sehingga membuat perut mereka berbunyi memanggil makanan. Tidak lengah lagi, mereka langsung saja melahap makanan yang sudah disiapkan oleh kakak pembina.

Badan lelah dan perut pun sudah terisi, saat yang paling bagus untuk tidur dan beristirahat. Jam menunjukkan pukul 21.30 saat itu. Tidak diduga-duga, pada pukul 23.00 para kakak pembina membangunkan mereka dari tidur nyenyak untuk melakukan jerit malam. Pikiran takut pun langsung terlintas dalam pikiran mereka. Tetapi mereka harus melaju terus untuk melewati tantangan itu.

Pada hari yang terakhir, mereka bangun pada pukul 04.30 untuk jalan pagi dan melakukan olahraga kecil. Jalan pagi itu selesai pada pukul 06.00. Kegiatan dilanjutkan dengan berkemas-kemas kembali dan istirahat. Isi di dalam perut mereka pun kembali kosong dan pada pukul delapan pagi mereka makan pagi. Masuk pada pukul 09.00 mereka diberi pengarahan tentang apa sebenarnya tugas PMR. Baru setelah itu dilanjutkan dengan lomba cerdas cermat.

Pelantikan yang mereka tunggu-tunggu pun telah tiba. mereka kira pelantikan yang mereka alami seperti diberi piagam atau tanda di pakaian atau semacamnya. Tetapi ternyata pelantikan PMR memiliki cara tersendiri, para pembina melantik para anggotanya dengan cara menyiram mereka dengan air yang dicampur dengan bunga 7 warna.

Pengalaman inilah yang ingin mereka bagi pada kita. Semoga saja pelantikan PMR tahun depan lebih unik, menyenangkan, dan lebih seru. [LET]

 
 

Mid Semester Telah Tiba

Hari Senin ( 15/10 ), siswa siswi SMA PL St. Yohanes mengikuti ulangan mid semester. Ulangan mid ini diadakan selama 2 minggu. Hal ini diadakan bertujuan untuk memperlihatkan hasil belajar siswa selama 3 bulan belajar. Bagi kelas X, ulangan ini adalah ulangan mid semester yang pertama di SMA, jadi mereka perlu sedikit beradaptasi dengan ulangan mid semester yang pertama kali diadakan ini.

Ulangan ini dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Yah, dapat dikatakan ulangan ini dilaksanakan seperti ulangan harian pada hari biasa, hanya saja bahan ulangan yang diujikan akan lebih banyak daripada ulangan harian.

Siswa siswi mempersiapkan dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi ulangan ini. Terlihat sebagian besar siswa siswi sudah membawa buku ketika memasuki kawasan sekolah. Ini menunjukkan bahwa mereka ingin mendapatkan nilai yang diharapkan ketika menghadapi ulangan yang diujikan. Memang agak sulit jika setiap harinya para siswa harus menghadapi ulangan yang datang bertubi-tubi. Tetapi siswa siswi SMA PL St. Yohanes tidak boleh menyerah begitu saja. SEMANGAT, YO! [LET]



 

 
 

Tanggal 14 Agustus merupakan tanggal yang sangat amat penting bagi para anggota Pramuka di seluruh Indonesia. Bagaimana tidak, karena tanggal itu di jadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Kepramukaan seluruh Indonesia. Dalam menyongsong tanggal itu berbagai kegiatan dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Tidak bedanya dan tidak lain halnya dengan Kabupaten Ketapang. Kwarcab (Kwartir Cabang) Ketapang dibawah pimpinan Suma Jenny Heryanti, SH., MH. menyelenggarakan berbagai kegiatan lomba. Lomba-lomba yang diadakan sangat kental dengan kegiatan kepramukaan yang mengutama-kan kekompakan dan rasa persaudaraan di antara masing-masing anggota pramuka.
Berbagai kegiatan dan lomba yang menarik dan menantang, diselenggarakan dengan sebaik dan semaksimal mungkin. Karena pada tahun ini terdapat perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini tema-tema berbagai kegiatan lomba bertemakan “Semangat Kepramukaan dalam Mengisi dan Memaknai 100 tahun Kebangkitan Nasional”  Banyak perlombaan yang secara tidak sengaja dapat menambah pengetahuan para anggota pramuka mengenai teknologi informasi dan komunikasi, social budaya, dan memupuk rasa kekompakan.
Kegiatan yang dilombakan ialah, Syair Gulung, Lomba Pidato, Lomba Kreatifitas Film, Lomba Stand Pameran, Lomba Karya Tulis, Lomba Lampion, Lomba Cepat Tepat Kepramukaan (LCTK), Lomba Senam Pramuka, Lomba Gerak Jalan Tepat Waktu, dan Lomba Tertib Upacara.
Sekian banyak perlombaan yang diadakan oleh Kwarcab Ketapang dengan waktu yang sangat singkat yakni hanya 2 minggu. Tidak mematahkan semangat Pembina Pramuka gugus depan 0213-0214 Michael Lipo dan anak didiknya.
Para anggota pramuka SMA PL Santo Yohanes tetap gigih menyelesaikan tugas mereka sebagai anggota pramuka. Karena mereka semua memiliki jiwa-jiwa yang telah tertanam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka yang kokoh. Layaknya tunas kelapa sebagai Lambang Gerakkan Kepramukaan.
Selama 1 minggu anggota pramuka ini di gembleng oleh para Pembina dan kakak-kakak Bantara.. Dengan jadwal yang telah tersusun rapi, latihan demi latihan mereka lalui. Rasa capek, lelah dan letih tidak menggoyangkan semangat mereka. Berpanas-panasan di siang bolong dan menempuh perjalanan yang jauh membuat mereka mengenal arti kekompakan dan rasa kebersamaan itu penting, dan harus terjalin pada diri setiap anggota pramuka.
Dari kerja keras dan semangat yang tak terpadamkan oleh apapun, pada tanggal 14 Agustus 2008 di halaman kantor Bupati, jalan Jendral Sudirman Ketapang-Kalimantan Barat. Menjadi saksi bisu hasil dari perjuangan para anggota pramuka SMA PL Santo Yohanes. Saat pengumuman para pemenang lomba, ketika gugus depan mereka disebutkan para anggota pramuka yang mengikuti apel HUT Pramuka bersorak riang dan melemparkan topi mereka ke angkasa.
Lomba-lomba yang mereka menangkan ialah: Juara I Lomba Stand Pameran (Sesilia Wijayanti, dkk) Juara I Karya Tulis (Sinta Aprilliana), Luara II Lomba LCTP (Sinta A., Hengki K. dan Desi N.), Juara II Lomba Pidato Putri (Sesilia W.) dan Juara II Lomba Kreatifitas Filem (gudeb 0213-0214).
Meskipun tidak semua perlombaan yang dapat mereka juarai tetapi mereka masih tetap bersemangat. “Meskipun kami gagal menjagi juara umum, tapi setidaknya kami masih bisa menyumbangkan piala untuk gudeb kami tercinta” ujar Kuntari Septiana selaku Pradana Gudeb 0214.
“Saint John…..” ujar A. Novan dan anak-anak pramuka pun langsung menyatukan tangan mereka.
“Is’t the best” ujar anggota pramuka yang lain sambil mengangkat tangan mereka ke atas.
Proficiat, buat anak-anak pramuka SMA PL Santo Yohanes. Semoga tetap berjaya selalu dan tetap kompak. Semoga kerberhasilan tahun ini dapat dipertahankan dan dapat ditingkatkan lagi. Salam Pramuka!!